Postingan

Kesaksian Aktivis Eks Tapol tentang Rasisme di Papua

Gambar
Geham, Papua Barat- Atas nama mantan tahanan politik rasisme di Kota Manokwari, Saya Septi Meidodga ditangkap pada tanggal 18 September 2019 di Jalan Sudarso Manokwari ditahan di Polda Papua Barat selama lima bulan. Penangkapan dan penahanan tersebut terkait dengan aksi protes demonstrasi damai di Manokwari yang memprotes kalimat bahasa "monyet" yang dilontarkan oleh Tri Susanti di Surabaya, Malang dan di Jogja. Saya divonis menyebar informasi hoax dari seruan demonstrasi terbuka yang dibuat untuk rencana aksi damai atau kampanye budaya yang rencananya dilakukan pada Tanggal 19 September 2019 di Kantor Dewan Adat Wilayah 3 Domberai tapi kemudia Saya dianggap menyebar informasi hoax sehingga saya ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari aksi protes yang dilakukan di seluruh Tana Papua ini kemudian menjadi polemik bagi seluruh masyarakat di Papua. Murni Saya mau sampaikan bagi seluruh masyarakat yang ada di Tana Papua, entah itu non Papua atau orang asli Papu...

Catatan untuk Pejuang (RIP Glenn Fredly)

Gambar
Aku belum pernah berinteraksi langsung dengannya Belum pernah berjabat tangan dengannya Namun pernah mendengar langsung suara emasnya dan teriakan lantangnya, pernah melihat langsung wajah lembutnya, pernah berada di tempat yang sama Sejak aku mulai tahu dan menikmati musik, lagu-lagunya adalah salah satu menu utama jiwaku Kunikmati di berbagai suasana, tempat dan waktu Pada suatu waktu, ketika aku bergiat mengelola sebuah pendidikan, sering pula lagu-lagunya kusuguhkan di kelas untuk peserta, menemani belajar kami. Dan tentu pula lagu-lagu Abangnya, Franky Sahilatua Ketika aku mulai masuk dunia pegiat hak asasi dan kemanusiaan, dan kutahu dia juga orang yang mengabdikan dirinya untuk keadilan dan perdamaian, akupun menempatkannya sebagai pejuang idola di dunia jalanan ini Engkau Kaka Bu, telah menginspirasiku bagaimana semestinya merawat cinta dan kehidupan, yang ujung tujuannya adalah satu: kemanusiaan Kaka Bu, engkau telah menginspirasi kami bahwa be...

Freeport Buang Limbah, Ribuan Ikan Mengapung di Kali Yapeo

Gambar
Foto Ikan Mati/Adolfina Timika, Geham- Kesekian kalinya PT. Freeport Indonesia membuang limbah miliknya ke sungai yang mengakibatkan ribuan ikan mengapung. Kejadian tersebut berada di Kali Yapero arah kampung Agimuga dan Jita Adolfina Kuum seorang aktifis Hak Asasi Manusia (HAM) menyayangkan atas tindakan perusahaan emas itu. Menurutnya, tindakan itu pelanggaran HAM, "ini pelanggaran HAM, Freeport harus bertanggungjawab," kata Adolfina saat dihubungi via whatsapp, Kamis Malam 26 Maret 2020. Lanjut Adolfina, limbah tailing tersebut dibuang ke sungai pada 14 Maret 2020 lalu, "wilayah ini memang pusat pembuangan limbah", katanya. Freeport membuang limbah tailing sejak 1967 sampai sekarang, kejadian ini terus berulang kali. Sungai salah satu mata pencaharian nelayan, hal ini akan mengganggu kehidupan masyarakat Papua khususnya di wilayah yang tak jauh dari lumbung emas itu.  Adolfina berharap, pemerintah setempat tak diam saja menyaksikan persoalan ...

CORONA

Gambar
Hadirmu  Memberi resah, membunuh segenap rasa Sungguh menakutkan Sampai-sampai manusia lebih takut padamu Daripada Sang Rahmat Pencipta Kaukah malaikat pencabut nyawa ? Rasa-rasanya kemarin hanya di Wuhan Kini seluruh penjuru dunia dibuat kewalahan Ampunilah kami Tuhan yang menganggap remeh hadirnya di Negeri Panda Hakimi mereka disana sebagai yang layak menelan azab, seolah kami paling baik di mata Tuhan.  Sekarang ketika mewabah di Jakarta Kami lalu menyangsikan Dimana TUHAN ?  Mungkinkah ini teguran atas kesombongan tutur kata kami? Sang Rahmat Pencipta Janganlah biarkan kami mengaduk sesak  Sembari mengiris senja di pelataran logika   Kami tak mau mencari jejakMU di serpihan tawa, sebab Engkau Penguasa Cakrabuana Sang Rahmat Pencipta Biarkan pandemi ini berlalu  Bersama langit langit sendu Cukup Wuhan yang membuat kami sadar Cukup Italia yang membuat kami bertobat Cukup Jakarta yang membuat kami berdoa Lindungilah ...

Eksistensi Amungme dan Kamoro Tersingkir sejak Datangnya Freeport

Gambar
Penulis: Fransiskus Xavier Tsolme Mahasiswa STFT Fajar Timur Tingkat II Sebuah Refleksi Kritis Eksistensi manusia Amungme dan Kamoro sesuatu yang sangat istimewa yang telah dimuliahkan hadir dalam kehidupan manusia Amungme dan Kamoro, sebagaimana eksistensi itu dapat diangkat dan di perjuangkan harus dapat dipertahankan sebagaimana dapat dihargai seperti manusia lainnya baik eksistensi manusianya dan terhadap lingkungannya.  Maka dengan demikian eksistensi manusia Amungme dan Kamoro adalah keistimewaan yang diberikan oleh yang Maha kuasa maka demikian keistimewaan itu seharusnya dijaga dan dihargai sebagaimana manusia lainnya.   Tapi apa yang terjadi setelah kehadiran perusahan PT Freport Indonesia di tengah-tengah kehidupan kedua suku Amungme dan Kamoro? Kehadiran perusahan ini membuat eksistensi Manusia Amungme dan Kamoro sangat terancam punah baik dari lingkungannya dimana tempat kedua masyarakat bertahan hidup dan menafkahi kehidupan keluarga....

Politik Identitas JAR JUIR Sebagai Penegasan Kebhinekaan NKRI

Gambar
Oleh Darakay Hard (Ketua AMAN ARU) “kamong stop bicara politik identitas sudah kah, Aru ini bagian dari NKRI,,, katong harus hidup bergandengan tangan, jang membedakan suku”. kira-kira begitulah kalimat sinis yang sering saya dengar ketika ada diskusi tentang Politik Identitas Jar Juir yang tengah dilanda ketidakadilan. Bagi sebagian orang, isu Politik Identitas di Aru selalu muncul menjelang pemilihan Legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Kemunculan isu ini dapat menimbulkan konflik horizontal. Mereka lalu menjadi alergi menyebut kata itu, bahkan tidak mau mendengarnya. Menurut mereka, isu Politik Identitas dapat melunturkan semangat toleransi kebangsaan. Di lain pihak, ada yang menyamakan Politik Identitas dengan isu rasis yang biasanya  menguat di tengah masyarakat yang plural. Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat menjunjung tinggi kebhinekaan suku dan budaya. Bagi saya pribadi, isu Politik Identitas tidak melulu muncul dalam rangka ...

Konfrensi Pers

Gambar
Komunitas Masyarakat Adat Timika 10 Desember 2019 Dalam rangka hari ham sedunia yang jatuh tempo pada 10 desember 2019 Kami yang di timika baik secara induvidu maupun sekumpulan organisasi Komunitas masyarakat adat di timika mengadakan Doa bersama dan konfrensi pers dengan Tema; “Masyarakat adat dalam Kepungan Kapital”. Kami yang kumpul bersama dan menyikapi Hari Ham Se – Dunia dalam beberapa Wadah, Pertama; LEPEMAWI (Suatu Komunitas masyarakat sipil yang berjuang terkait Isu lingkungan di Timika), Kedua; MAI ( Masyarakat adat indenpendent), Ketiga; Komunitas Mahasiswa dan keempat; dari komunitas Pemuda dan Anak jalanan ( PARJAL) Adapun dalam konfrensi pers ini masing masing perwakilan komunitas organisasi masyarakat sipil dan masyarakat adat menyatakan Tuntutan dan pernyataan sikap mereka sesuai dengan isu yang di perjuangkan dalam setiap Visi Misi organisasi Mereka. Ada juga isu bersama yang mereka sikapi terkait dengan kondisi dan situasi Papua pada umumnya dan pada khususn...